Kisah Seorang Anak yang Malang Nasibnya - IRWANSULAIMAN

Sunday, February 26

Kisah Seorang Anak yang Malang Nasibnya

Seperti biasa saya tiap hari sering bermain internet yang gak jauh dari tempat kerjaan. Awal mulanya saya tidak mengetahui kalau anak itu bukanlah saudara yang tinggal di tempat orang mempunyai warnet tersebut, setiap saya bermain internet anak itu selalu ada tiap malam, tiap siang pasti selalu ada, dalam hati saya bertanya kok anak nich sering banget bermain di tempat ini hampir tiap kali bermain pasti ada.


Pada suatu ketika tepatnya hari minggu tanggal 26, bulan februari 2012 jam 04:18 sore WIB, saya menyempatkan untuk datang bermain di warnet tersebut tidak selang selama setengah jam angin kencang dan hujan pun deras di sertai petir, peraturan di warnet memang kalau ada petir harus di matikan karena takut modemnya terkena petir, ya sudah internet pun di hentikan dulu. Sayapun diam menunggu hujan reda, dan kebetulan si anak itu duduk tidak jauh dari tempat duduk saya akhirnya sayapun bertanya karena ingin menghilangkan rasa penasaran saya.


Setelah hampir dua puluh menit saya bertanya ke dia ternyata si anak ini bukan saudara orang yang punya warnet tersebut, dia adalah anak yang di tinggalkan orang tuanya pada waktu kecil sekitar umur 2 tahun ibunya meninggal karena kanker, dan ayahnya juga meninggal sewaktu ia masih kecil, lalu iapun di angkat sebagai anak oleh ayah tirinya dan ayah tirinya menikah lagi, iapun tinggal dengan ibu tiri baru dan dia menikmati keluarga barunya.
Tidak lama berselang di sinilah awal mulanya ia berontak karena perlakuan ibu tirinya yang sangat terlampau keterlaluan ia tidak boleh bermain sehabis pulang sekolah dan harus mengerjakan pekerjaan rumah sampai tuntas sebagai anak yang baik iapun melakukan pekerjaan dengan tuntas.


Tapi walau bagaimana pun anak seusia dia menerima perlakuan seperti itu pasti berontak diapun butuh bermain, kalau tidak mengerjakan diapun mendapat perlakuan kasar di pukul atau di cubit hingga memar dan biru. Di sinilah ia memutuskan untuk kabur dari rumah karena tidak kuat dengan perlakuan ibu tirinya, rencananya ia mau ke tempat saudaranya tapi karena jauh dan perlu ongkos iapun memutuskan pergi ke jakarta menggunakan kereta tibalah ia di Tanah-abang jakarta, di situlah perjuangan hidupnya di mulai, bertahan di ibukota yang keras dengan anak seusia dia sekitar umur 10 tahun memang sangat memilukan sangat miris, dia berjuang sendiri di tengah kerasnya hidup sama seperti anak jalanan lainya, tanpa ada tujuan hanya berharap ada orang yang mau menampungnya walaupun hanya memberi makan dengan imbalan bekerja demi sesuap nasi, sungguh miris mendengarnya, beruntung ada orang yg mau menampungnya pemilik sebuah warnet inilah yang menampungnya dengan senang hati tapi yang sangat di sayangkan anak ini tidak sekolah padahal pendidikan 6 tahun gratis. Mendengar cerita ini sungguh sangat menyayat hati saya alangkah bersyukurnya saya di bandingkan anak ini dari umur 2 tahun sudah di tinggalkan orang tuanya, satu pelajaran hidup buat saya untuk selalu mensyukuri nikmat yang ALLAH SWT berikan kepada kita. Semoga artikel ini bermanfaat.
Comments

4 comments

waaaaaah Ads Google penempatan yang bagus nih sobat,,,,,,

nice share and happy blogging

berkunjung di blog sobat sebelum Falah Mulyana melakukan aktifitas,,,,,,,,

Falah @ ok makasi sobat atas kunjungannya ,, sering2 mampir ke sini he he :D happy blogging an met aktifitas

Sebagai orang tua seharusnya memperlakukan anak dengan lembut dan tidak kasar. Anak adalah Anugerah Sang Maha Kuasa.

Btw, udah di link back ya Nirwan Blog, ada di halaman utama Blog Saya. ( My Best friend Link )

Dream Of Love@ Betul sekali mbak sy setuju, Btw thx y mbak udah pasang linknya..happy blogging.


EmoticonEmoticon